Kemiskinan Jawa Barat 7,02% (Maret 2025): Kenapa “Garis Kemiskinan Rp547.752” Sering Muncul di Konflik Keluarga?

Ilustrasi kondisi kemiskinan Jawa Barat 2025 yang merepresentasikan garis kemiskinan Rp547.752 dan tekanan ekonomi rumah tangga dalam konflik keluarga.

Kalau Anda pernah menangani konflik keluarga—perceraian, nafkah anak, pembagian harta, warisan—Anda tahu satu pola yang makin sering muncul: “angka” tiba-tiba jadi senjata argumen. Dalam rilis resmi BPS Jawa Barat, persentase penduduk miskin Jawa Barat Maret 2025 tercatat 7,02% dan garis kemiskinan disebut Rp547.752; detail ini bisa Anda baca di rilis BPS Jabar tentang kemiskinan Maret […]

Jawa Barat Makin Padat, Sengketa Makin Kompleks: Membaca 2025 Lewat Rumah, Waris, dan Kontrak

Ilustrasi profesional tentang dinamika hukum perumahan, waris, dan kontrak seiring meningkatnya jumlah penduduk Jawa Barat tahun 2025.

Karena data itu bukan sekadar angka: ia mengubah harga tanah, pola transaksi, dan dinamika keluarga. Mengacu pada tabel resmi BPS tentang jumlah penduduk, pertumbuhan, distribusi, dan kepadatan penduduk per provinsi, Jawa Barat 2025 tercatat 50,76 juta jiwa—dan saat populasi menekan ruang hidup, sengketa ikut “naik kelas”, terutama urusan rumah, waris, dan kontrak. Di titik ini, […]

Harta Bersama dan Waris: Kapan Diamnya Ahli Waris Dianggap Menyetujui?

Ilustrasi sengketa waris harta bersama berupa timbangan emas, kunci antik, miniatur rumah kayu, uang tunai, dan buku hukum biru beraksen emas di atas meja kayu.

Sengketa waris harta bersama kerap menjadi persoalan yang pelik dalam praktik hukum di Indonesia. Seperti yang dijelaskan dalam situs berita Mahkamah Agung, diamnya ahli waris dapat diartikan sebagai bentuk persetujuan atas pembagian harta. Konsekuensi ini menimbulkan banyak pertanyaan: apakah keheningan itu selalu berarti setuju, atau masih ada ruang hukum untuk menolak? Ketidakjelasan posisi hukum sering […]